Friday, July 18, 2008

Bukan EO tapi Sukses

Ini adalah contoh event yang tidak boleh ditiru, walaupun terbilang sukses tapi secara manajemen berantakan. Event ini dijalankan oleh orang yayasan yang mencari dana tambahan buat amal. Mungkin karena alasan amal jadi sukses, juga diluar dugaan. Event ini bernama Singing & Modern Dance Competion. Dilaksanakan di Café Telkom Plaza Tunjungan Surabaya, konsep acara ini bentuk dari keprihatinan lagu-lagu yang tersaji saat ini. Begitu banyak lagu tapi syairnya memprihatinkan dan tidak mendidik bagi kalangan generasi muda apalagi anak-anak. Sebab lagu anak-anak sangat jarang sekarang, akhirnya anak-anak menyanyikan lagu dewasa. Akibat syair yang tidak mendidik seperti Perselingkuhan, Jadikan aku yang kedua, Kau yang membuatku amburadul, wah banyak lagi syair yang nggak karu-karuan yang tidak mungkin dijabarkan satu persatu. Untuk mengkonter lagu-lagu tersebut tercetuslah event ini dibawah bendera The Kingdom. Lagu yang di lombakan juga dibatasi dan tidak boleh membawakan lagu-lagu yang telah di black list. Peserta juga dipungut biaya pendaftaran Rp 100 rb per orang. Jumlah peserta mencapai 300 orang, maknyusss... hasil dari pendaftaran sudah bisa untuk stage. Konsep penilaian 60% juri dan 40% poling sms. Hasilnya menakjubkan, poling sms nya menembus angka 50 rb sms dengan tariff Rp 2000. Padahal EO sudah mendapat dana dari sponsorship, dan poling sms sebelumnya tidak menjadi target pendapatan. Jadi bisa dihitung sendiri berapa uang yang didapat dari poling sms saja. Poling sms sendiri dimonopoli oleh satu operator dengan short number, padahal peluang bagus kalau memakai Multy Operator. Karena metode poling sms ini ada, akhirnya muncul juara favorit, sementara untuk juara I hadiah yang berikan panitia tidak begitu besar Cuma Rp 3,5 jt. Sementara sms yang dihabiskan per orang ada yang mencapai 6000 sms, kebayang ngirim smsnya sebanyak itu jempol bias kapalan kali. Tapi peserta punya metode sendiri untuk mengirim sms sebanyak itu, menggunakan joki sms, wah nggak UMPTN aja yang pakai joki ya ?. Kalau kita telaah 6000 sms x Rp 2000 = Rp 12 jt. Sementara hadiah yang diperebutkan Cuma Rp. 3.5 jt, tapi itulah sebuah event bila menggarapnya benar pasti hasilnya maksimal. Kembali kepada bukan EO tapi Sukses tadi, memang nyata msalahnya. Kebanyang nggak pada saat acara H tinggal 2 minggu lagi Rundown acara belum ada, persiapan Crew nggak jelas, perlengkapan entah dimana. Memang EO itu bernasib baik ketemu dengan EO yang sudah biasa menggelar event. Akhirnya mereka nge-sub EO bagi hasil, karena waktunya sudah dekat akhirnya EO utama mengalah nggak mau makan sendiri. Maka dari itu bila kita masih EO baru tidak ada salahnya memakai sub EO ini untuk meringankan pekerjaan dan memaksimalkan hasil.

Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

2 komentar:

Ani 7/18/2008 1:19 PM  

Ujung2nya bisnis juga dunk yaaa

elmo 7/22/2008 10:13 AM  

waaaaa!!dibahas disini!hihi.. ini lomba yang q ikutin,tapi cuman sampe final..huhu.. hmm..kalo buat orang yang seperti q,bukan cari menangnya,bukan liat hadiahnya berapa,tapi lebih ke pengalamannya.udah nggak peduli,mau bayar berapa.masih masuk akal lah.kalo mau sukses emang kudu berkorban ^^

Recent Comments

  © Blogger template 'Tranquility' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP