Friday, November 28, 2008

Latihan Antisipasi Bencana Alam Esia dan PMI

Bencana alam yang kerap melanda Indonesia mendorong PT Bakrie Telecom Tbk dan Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama melakukan langkah antisipatif dengan memberikan pelatihan tanggap bencana bagi masyarakat, khususnya pengenalan dini bencana pada anak-anak sekolah dasar. Pelatihan ini akan dilakukan di 10 sekolah dasar di kota Padang pada awal bulan Desember 2008 dan dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah sosialisasi ke berbagai sekolah di daerah rawan gempa selama satu pekan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tahap kedua, Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami).

Kegiatan pelatihan ini dibiayai dari penyisihan sebagian hasil penjualan Esia dan Wifone pada saat peresmian beroperasinya Bakrie Telecom di kota Padang bulan September 2007 lalu. Total dana yang dapat dikumpulkan dari hasil penjualan tersebut sebesar Rp 200 juta dan seperti janji pada saat peresmian tersebut keseluruhan dana akan disalurkan melalui PMI.

Disamping itu Padang dijadikan daerah pertama pelatihan tanggap bencana dengan pertimbangan daerah ini sangatlah rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi maupun banjir. Posisi geografis wilayah Sumatera Barat, terutama kota Padang berada di daerah pesisir pantai, dan di beberapa wilayahnya merupakan titik rawan gempa dan tsunami. Sementara di wilayah pedalaman kondisi daerahnya penuh dengan bukit yang rawan terhadap tanah longsor.

“Sebagai perusahaan telekomunikasi, keberadaan Bakrie Telecom sangatlah dekat dengan masyarakat. BTS kami sebagian berada di lingkungan masyarakat. Artinya kami hidup bersama dan menjadi bagian dari masyarakat. Jika terjadi musibah, seperti bencana alam, maka dampaknya tentu kami rasakan pula. Karena itulah mengapa kami menggelar pelatihan tanggap bencana ini sebagai langkah antisipasi dan upaya preventif menghadapi situasi darurat”, ujar Ridzki Kramadibrata, Executive Vice President PT Bakrie Telecom Tbk.

Lebih lanjut, Ridzki menambahkan, “Pelatihan Tanggap Bencana ini adalah sumbangsih kecil kami. Berbagai bencana dan luka memang sempat meluluhlantakkan tanah air kita. Dari Aceh, Nias, Yakuhimo, Yogya, dan berbagai daerah lain. Bahkan wilayah Sumatera Barat juga terkena beberapa kali bencana seperti gempa bumi, tanah longsor dan banjir. Tetapi separah apapun, merah putih kita harus tetap tegak berdiri. Tentu tak bisa sendiri-sendiri, karenanya kami juga mengajak semuanya untuk peduli. Sekecil apapun, akan mencegah korban yang lebih besar dan meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.”

Tujuan pemberian penyuluhan dan sosialisasi adalah memberikan pemahaman terhadap masyarakat khususnya anak-anak sekolah dasar mengenai dampak yang ditimbulkan dari bencana gempa serta bahayanya tinggal di wilayah rawan gempa, memberikan penyuluhan tindakan yang harus dilakukan pada saat gempa terjadi serta pertolongan pertama terhadap korban gempa, dan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang manfaat alat-alat komunikasi pada saat terjadi bencana. “√úntuk bisa memberikan penjelasan tersebut haruslah berasal dari lembaga kompeten dan PMI adalah lembaga yang tepat untuk kepentingan tersebut”, katanya lebih lanjut.

PMI merupakan salah satu lembaga yang melakukan upaya kesiapsiagaan bencana dengan menjalankan program Sekolah Siaga Bencana. Melalui program tersebut, PMI mensosialisasikan konsep kesiapsiagaan bencana dan pengurangan risiko di kalangan anak sekolah. “Sosialisasi pengurangan risiko ini sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang kondisi bencana. Selain mereka akan mengenal bencana yang ada, mereka juga akan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” jelas Lily Kasoem - Pengurus Bidang Pengembangan Sumber Dana Kantor Pusat PMI.

Lily Kasoem berharap program-program seperti ini dapat diteruskan ditempat-tempat lain karena anak-anak sangat rentan terhadap dampak bencana. Pengenalan dan pengetahuan mereka terhadap situasi awal bencana dan tindakan yang harus diambil dapat meminimalisir kemungkinan munculnya korban. Karena itu Lily mengajak agar langkah Bakrie Telecom ini dapat ditiru dan diteruskan oleh perusahaan-perusahaan lain di tempat yang lain pula.

Dengan mengambil contoh Jepang, Lily menjelaskan bahwa sejak 25 tahun lalu pelajaran gempa bumi sudah diajarkan di seluruh sekolah di jepang. Dengan pengetahuan tersebut anak-anak dapat mengerti bagaimana tindakan yang harus dilakukan sehingga tidak muncul sikap panik dan karenanya jumlah korban yang jatuh juga dapat diminimalisir.

“Di Indonesia pun kordinasi penanggulangan gempa terus dilakukan secara nasional, meskipun masih pada tahap awal dan akan terus dikembangkan. Situasi gempa yang makin kerap melanda Indonesia membutuhkan penanganan dan koordinasi yang cepat dan tepat. Karena itu kami membutuhkan dukungan dari semua pihak agar sosialisasi dan penyebaran pengetahuan seperti yang dilakukan bersama Bakrie Telecom dapat segera dilakukan”, ujar Lily

Selain Padang, Bakrie Telecom sebelumnya juga telah membentuk tim-tim tanggap bencana di beberapa wilayah regionalnya, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timu r. Tim tanggap bencana ini merupakan gabungan dari relawan karyawan perusahaan yang sewaktu-waktu siap membantu menolong dan menyelamatkan jiwa manusia dalam keadaan bencana. Untuk mempersiapkan tim ini, Bakrie Telecom mendapat dukungan dari tim profesional yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam SAR. Kedepannya tim-tim ini juga akan diperluas pula ke Sumatera Bagian Utara, Kalimantan dan Sulawesi.

Aktivitas kemasyarakatan memang telah menjadi agenda wajib bagi Bakrie Telecom. Program-program seperti ini dijalankan dan akan terus dikembangkan agar keberadaan dan sumbangsih Bakrie Telecom semakin dirasakan oleh masyarakat. Selain itu sebagai perusahaan swasta nasional, Bakrie Telecom juga secara konsisten menerapkan nilai-nilai kebangsaan yaitu memiliki kepedulian terhadap kondisi sesama umat manusia, dan lingkungan alam sekitar kepada seluruh karyawan.

Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

2 komentar:

Kios Info 11/29/2008 11:39 AM  

Nah seperti begini yang bagus. Dilatih sejak dini. Eh nggak dini lha wong udah banyak korban. Gpp untuk hari depan. Sipp

BloGendeng 11/29/2008 11:40 AM  

Kalo dari dulu sudah ada, mungkin bisa meyelamatkan banyak orang lagi. Tapi ya pikir positif aja deh

Recent Comments

  © Blogger template 'Tranquility' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP