Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Saturday, July 4, 2009

Bisnis Bakrie Telecom Terbukti Mampu Tumbuhkembangkan Perusahaan

PT. Bakrie Telecom Tbk, terbukti mampu melewati krisis keuangan global dengan model bisnis berkonsep budget operator dan belanja modal serta operasional yang efisien. Hal ini disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, hari ini. Nampak jajaran Manajemen dan Komisaris saat menyampaikan laporan kepada para pemegang saham. Model bisnis PT Bakrie Telecom Tbk terbukti mampu meminimalisir dampak krisis keuangan global dan bahkan membawa perusahaan tumbuh ditengah iklim persaingan yang makin ketat di industri telekomunikasi Indonesia. Kekuatan model bisnis tersebut bertumpu pada struktur biaya yang rendah sesuai dengan konsep budget operator serta didukung oleh belanja modal dan operasional yang efisien.


Pandangan positif terhadap model bisnis Bakrie Telecom mengemuka dalam hasil pembahasan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan hari Selasa kemarin di Jakarta (16/9/09). Berdasarkan pandangan tersebut maka para pemegang saham sepakat untuk mengangkat kembali seluruh jajaran direksi maupun komisaris perusahaan untuk periode kepemimpinan berikutnya. Pencapaian perusahaan selama tahun 2008 dianggap memuaskan dan dapat memenuhi target yang diharapkan sehingga pertumbuhan perusahaan terus menunjukkan hasil positif. ”Kami manfaatkan betul peluang yang ada dengan mengadopsi model bisnis ’Budget Telecom - Low Cost Operator’, menjaga dan menekan biaya, meningkatkan pendapatan dan strategi pemasaran yang inovatif dalam mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan”, ujar Anindya N Bakrie , Direktur Utama PT Bakrie Telecom tbk di sela-sela acara RUPS di Jakarta Selasa kemarin.

Hasilnya Bakrie Telecom dapat mencapai target pertumbuhan pelanggan maupun kinerja keuangan yang menguntungkan. Pendapatan kotor perusahaan di tahun 2008 mencapai Rp 2.805,3 miliar atau naik 67,8% dibanding pencapaian pendapatan kotor perusahaan tahun sebelumnya sebesar Rp 1.672,0 miliar.  Kenaikan pendapatan tersebut terutama didorong oleh faktor kenaikan laju pertumbuhan pelanggan yang mencapai 91,2%. Pada akhir tahun 2007 jumlah pelanggan Bakrie Telecom baru mencapai 3,8 juta sedangkan pada akhir tahun 2008 jumlah ini meningkat hingga mencapai 7,3 juta pelanggan. Pertumbuhan pendapatan kotor perusahaan diikuti pula dengan kenaikan pendapatan bersih. Di tahun 2008 Bakrie Telecom mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 2.202,3 miliar. Jumlah ini meningkat 70,7% dibanding pencapaian pendapatan bersih perusahaan tahun 2007 sebesar Rp 1.289,9 miliar.

Sementara itu pencapaian positif diperlihatkan pula dari EBITDA perusahaan. Jika pada tahun 2007 EBITDA perusahaan sebesar Rp 545,4 miliar maka pada tahun 2008 EBITDA perusahaan tumbuh 50,9% menjadi Rp 822,7 miliar.Lebih lanjut Anindya menjelaskan contoh penerapan model bisnis yang mengutamakan efisiensi operasional. Hampir seluruh menara yang dimiliki perusahaan merupakan menara bersama. Bahkan proses penjualan 543 menaranya senilai Rp 450 Miliar pada PT Solusi Tunas Pratama telah selesai dilaksanakan dengan mulai diterimanya pembayaran sejak tanggal 1 Juni 2009 menyusul penandatanganan penyelesaian dokumen penjualan antara keduabelah pihak, berupa Sales & Purchase Agreement (SPA) dan Master Lease Agreement (MLA) pada tanggal 14 Mei 2009 lalu di Jakarta.

”Pembayaran ini menandakan tuntasnya proses penjualan menara Bakrie Telecom sekaligus terealisirnya ”asset light strategy” dimana vendor pemenang tender telah mulai melakukan pembayaran. Kini kami dapat lebih fokus pada bisnis inti guna mendukung langkah agresif perusahaan mengembangkan layanan telekomunikasi ke seluruh wilayah nusantara. Selain itu kami pun kini lebih tajam dalam mengembangkan program-program yang memiliki nilai tambah bagi pelanggan sehingga upaya peningkatan kualitas layanan pada pelanggan juga makin intensif”, ujar Anindya. Diharapkan langkah-langkah agresif pengembangan layanan ini dapat mendorong laju pertumbuhan pelanggan yang ditargetkan sebesar 10,5 juta pelanggan di tahun 2009 dan 14 juta pelanggan di tahun 2010. Jumlah pelanggan Bakrie Telecom sendiri hingga kuartal pertama 2009 telah mencapai 8 juta pelanggan.

Dana penjualan menara akan digunakan perseroan untuk belanja modal (capital expenditure) 2008 – 2010 yang nilai keseluruhannya mencapai US$ 600 juta. Belanja modal tersebut sebagian didapatkan dari right issue senilai Rp 3 Triliun yang telah dilakukan pada kuartal pertama 2008. Sedangkan sisanya didapat melalui skema vendor financing, kas internal perseroan, serta dari hasil penjualan tower ini.

Read More...

Thursday, January 29, 2009

Hadiah Mobil dari Esia

Pelanggan prabayar ESIA yang melakukan isi ulang berkesempatan memenangkan mobil dan berbagai hadiah lainnya melalui program Isi Ulang Bawa Rejeki. Nampak dalam gambar, Ridzki Kramadibrata, EVP Marketing, Product & CRM PT. Bakrie Telecom, Tbk, bersama pemenang hadiah utama pada penyerahan hadiah mobil di Wisma Bakrie, Jakarta, hari ini. Esia, layanan telekomunikasi hemat dari Bakrie Telecom, semakin memanjakan pelanggannya dengan berbagai keuntungan dan hadiah menarik. Melalui program Isi Ulang Bawa Rejeki, semua pelanggan prabayar yang melakukan isi ulang berkesempatan memenangkan hadiah utama 6 (enam) buah mobil, ratusan DVD player, Hape Esia, dan voucher belanja.

Pelaksanaan program ini telah mencapai 6 (enam) kali, dan antusiasme pelanggan ESIA sangat besar dalam mengikutinya. Ini terlihat dari jumlah member aktif yang telah mencapai ratusan ribu pelanggan. Periode Isi Ulang Bawa Rejeki VI ini berakhir pada akhir 2008 lalu, dengan berbagai hadiah bernilai ratusan juta rupiah, yang terbagi dalam hadiah harian, mingguan, bulanan, hadiah utama (Grand Prize), dan hadiah kejutan. Setelah melakukan isi ulang dengan voucher ESIA, Pelanggan dapat mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk dapat diundi dan memenangkan berbagai hadiah yang tersedia. Poin diperoleh dari SMS Quiz (Trivia Quiz harian), pelanggan yang telah melakukan registrasi akan mendapatkan pertanyaan harian.

”Program Isi Ulang Bawa Rejeki yang telah mencapai 6 kali pelaksanaan ini menunjukkan Bakrie Telecom sebagai operator yang selalu memiliki produk-produk inovatif dan unik sehingga pelanggan mendapatkan yang terbaik dari kami”, ujar Ridzki Kramadibrata, EVP Marketing, Product, dan CRM PT. Bakrie Telecom, Tbk, saat penyerahan hadiah di Jakarta hari ini. Ridzki menambahkan, ada beberapa hal penting yang menjadi landasan pelaksanaan Isi Ulang ESIA Bawa Rejeki ini. Kompetisi di sektor telekomunikasi berlangsung sangat ketat dan tiap operator dituntut untuk bekerja keras agal pelanggan yang didapatnya tidak berpindah ke operator lain. Selanjutnya adalah memperbesar jumlah pelanggan. Adanya layanan-layanan unik dan dibutuhkan masyarakat diharapkan menarik semakin banyak masyarakat untuk mencoba dan menjadi pelanggan Esia. Hingga akhir 2008 lalu, Bakrie Telecom tercatat memiliki 6,5 juta pelanggan. Perusahaan menargetkan pencapaian 10 juta pelanggan di tahun 2009.

Read More...

Thursday, January 15, 2009

Esia Hai-5

PT. Bakrie Telecom, Tbk, pemilik layanan telekomunikasi hemat Esia, Wifone, dan Wimode, meluncurkan layanan Esia Hai-5 (baca: Esia-hai-five). Layanan ini memberikan penghematan tarif telepon hingga 25%. Nampak dalam gambar (ki-ka) Ridzki Kramadibrata, EVP Marketing, Product & CRM, Irfandi Firmansyah, EVP Sales, dan Erik Meijer, Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom memperkenalkan layanan Esia Hai-5 kepada wartawan di Jakarta hari ini.Dalam komitmennya untuk memberikan tarif murah dalam berkomunikasi bagi pelanggannya, Bakrie Telecom meluncurkan program tarif murah baru yang di beri nama Esia Hai-5. Program ini memberikan diskon 25% (diluar ppn) untuk tarif percakapan telpon bagi pelanggan pra bayar Esia & Wifone yang mendaftarkan maksimal 5 nomor telepon yang sering dihubungi selain nomor Esia & Wifone. Menariknya, program ini diberikan khusus untuk percakapan telpon ke operator lain (GSM/FWA) dan nomor telepon rumah (PSTN), baik tujuan lokal maupun interlokal.

“Operator lain mungkin punya program serupa, tapi hematnya hanya ke sesama pelanggan di operator yang sama. Bakrie Telecom sudah terbukti murah untuk tarif ke sesama, dan kali ini memberikan tarif murah ke semua operator se Indonesia“, ujar Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk di Jakarta kemarin. Program yang berlangsung hingga 31 Desember 2009 dimaksudkan untuk mendorong pelanggan esia untuk lebih mudah berkomunikasi, tidak hanya dengan sesama pengguna esia, namun juga dengan pelanggan operator lain, tanpa khawatir akan permasalahan tariff “Seringkali kita menghubungi nomer telepon yang sama berulangkali, terkadang nomer tersebut adalah nomer operator lain, sehingga pertimbangan tarif mahal selalu menjadi kendala untuk tetap berkomunikasi.

Dengan Esia Hai-5 tidak ada alasan lagi bagi anda untuk tidak menjalin tali silaturahmi yang lebih erat karena telekomunikasi menjembatani itu semua,“ tutur Erik menjelaskan alasan dibuatnya program ini. Selain itu, menurut Erik, program ini juga sejalan dengan visi Bakrie Telecom untuk menyediakan konektivitas informasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bakrie Telecom telah mempelopori penurunan tarif percakapan telepon di Indonesia. Kini Bakrie Telecom juga ingin agar tarif hemat tersebut tidak saja antar pelanggan Esia dan Wifone tapi juga dengan pelanggan operator lain sehingga konektivitas informasi bagi seluruh masyarakat Indonesia dapat terwujud.



Cara untuk mendapatkan potongan tarif 25% ini sangat mudah, pelanggan esia & Wifone cukup menelpon ke *123 (bintang satu-dua-tiga) dan ikuti petunjuk selanjutnya melalui esia/Wifone atau mengirimkan sms ketik REG(spasi) kirim ke 123 dan bisa mendaftarkan maksimum 5 (lima)nomor, baik nomor GSM, CDMA, maupun PSTN. Disamping soal keinginan untuk mendorong eratnya komunikas pelanggan Bakrie Telecom dengan rekan dan keluarga, program ini juga dibuat untuk menunjukkan konsistensi Bakrie Telecom dalam mengeluarkan produk-produk inovatif berdasarkan kebutuhan masyarakat. Sebelumnya Bakrie Telecom juga punya program GRR (Gratis Rame-Rame) yang diperuntukkan bagi komunitas Esia. Melalui program ini pelanggan Esia bisa mendapatkan tariff gratis untuk percakapan sesama pelanggan Esia dengan mengisi ulang minimal Rp 25 ribu tiap bulannya.

“Tantangan dalam industri telekomunikasi semakin tajam dan persaingan semakin ketat. Para operator dituntut untuk selalu berfikir dan bertindak inovatif sekaligus mampu memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Untunglah kami di Bakrie Telecom memiliki semangat Disruptive Innovations yang memungkinkan kami selalu berbeda dengan operator lain dan mampu memberikan yang terbaik bagi pelanggan kami, terutama berhubungan dengan kenyamanan dan penghematan biaya komunikasi”, kata Erik.

Read More...

Saturday, January 10, 2009

Esia Perkuat Segmen Komunitas di Tegal

Setelah membuka layanan telekomunikasi di kota Tegal bulan Agustus lalu, Bakrie Telecom kini menggandeng Forkommat (Forum Komunikasi Mahasiswa dan Masyarakat Tegal) untuk memperkuat penetrasinya di segmen komunitas. Kerjasama ini menunjukkan konsentrasi usaha Bakrie Telecom yang kian gencar menjangkau segmen komunitas dan memenuhi kebutuhan sesuai kepentingan komunitas tersebut. Tak pelak komunitas merupakan sarana efektif untuk mendongkrak pelanggan baru sekaligus mendapatkan pelanggan loyal mengingat kedekatan dan kesetiaan diantara anggota komunitas yang sangat tinggi.

Selain itu kerjasama ini juga akan memungkinkan pengurus maupun anggota Forkommat untuk melakukan penghematan dalam biaya telekomunikasi diantara mereka. Melalui program Gratis Rame-Rame anggota Forkommat yang mencapai lebih dari 80 ribu orang anggotanya di seluruh Indonesia akan dapat saling berkomunikasi dengan hemat untuk menunjang aktivitas usahanya maupun untuk kepentingan silaturahmi diantara sesama anggota. Bakrie Telecom pun akan memfasilitasi upaya mandiri para pengurus maupun anggota Forkommat yang ingin mengembangkan usahanya melalui produk-produk Bakrie Telecom. Dengan demikian sasaran penting kerjasama ini tidak saja dalam sisi efisiensi dan penghematan biaya telekomunikasi namun juga mendorong semangat wirausahawan dalam skala usaha menengah dan kecil. Penandatanganan Kerjasama Bakrie Telecom dengan Forkommat dilakukan oleh Rakhmat Junaidi , Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom dan Muhamad Jumadi, Ketua Forkommat hari Jumát kemarin di Jakarta.

Dalam pandangan Rakhmat, komunitas merupakan segmen masyarakat yang memiliki potensi untuk mendorong laju pertumbuhan pelanggan Bakrie Telecom. Sepanjang tahun 2008 lalu, Bakrie Telecom telah menangkap peluang dan memanfaatkan potensi komunitas melalui pengenalan produk-produk hape bundling yang khusus dibuat untuk segmen masyarakat tertentu. Ada Hape Esia Merdeka bagi anggota masyarakat yang menghormati nilai-nilai dan semangat patriotisme, Hape Esia Hidayah dan Hape Esia Kasih untuk segmen masyarakat religius dan terakhir Hape Esia Slank yang membidik komunitas remaja penggemar kelompok musik Slank. ”Keseluruhan program-program tersebut telah mendapatkan respons luar biaya positif dari masyarakat. Hasil tersebut turut mendorong keyakinan Bakrie Telecom untuk terus memperkuat penetrasinya di segmen komunitas. Kami harapkan kerjasama dengan Forkommat ini juga akan memantapkan posisi Bakrie Telecom dalam segmen komunitas dan sekaligus memberikan manfaat bagi komunitas tersebut”, ujar Rakhmat pada saat penandatangan kerjasama ini di Jakarta kemarin.

Masyarakat Tegal, dipaparkannya lebih lanjut terkenal sebagai masyarakat yang ulet. Kekerabatan diantara mereka pun sangat kental. Karena itu Bakrie Telecom sangat mendukung kegiatan-kegiatan FORKOMMAT terutama dalam aksi FORKOMMAT untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup dari anggotanya, Oleh sebab itu kami memberikan Program Gratis Rame-Rame untuk anggota Forkommat dengan harapan dapat membantu seluruh anggota FORKOMMAT untuk berkomunikasi baik untuk urusan organisasi maupun bisnis”. Harapan serupa disampaikan pula oleh Jumadi. “FORKOMMAT sangat senang mendapatkan perhatian dan merasa bangga dapat bekerjasama dengan Bakrie Telecom. Selama ini sesama anggota Forkommat selalu berinteraksi secara aktif dengan tujuan selain untuk mengakrabkan masyarakat Tegal yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia, kami mempunyai keinginan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan hidup orang Tegal di tempat domisili mereka sekarang, Jadi kerjasama dengan Bakrie Telecom merupakan suntikan pendorong baik fasilitas dan semangat kami untuk dapat mewujudkan keinginan tersebut” jelas Jumadi.

Forkommat sendiri sebenarnya secara formal baru berdiri tahun 2007. Sebelumnya wadah ini masih berupa paguyuban masyarakat berdasarkan daerah asal dan berdasarkan profesi masyarakat yang banyak bekerja di daerah perantauan. Mengingat jumlah masyarakat di perantauan ini semakin membesar maka dikelompokkanlah dalam satu wadah baru bernama Forkommat. Suatu paguyuban besar masyarakat Tegal yang benyak melakukan aktivitas sosial seperti mudik bareng, Halal Bihalal dan pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim piatu. Melalui kerjasama ini Jumadi berharap agar kekerabatan diantara mereka dapat semakin terjalin dan hubungan dengan keluarga di daerah asal di Tegal tetap dapat terjaga. ”Tentunya ada aspek bisnis pula yang kami pertimbangkan agar semangat usahawan yang sudah melekat pada komunitas masyarakat Tegal terus berkembang. Kontribusi kami pada kesejahteraan keluarga, daerah asal maupun nasional juga meningkat”, katanya.

Pada kerjasama ini Bakrie Telecom memberikan fasilitas Gratis Rame-Rame untuk seluruh anggota FORKOMMAT, dengan salah satu keuntungannya adalah anggota Forkommat yang sudah dan akan menggunakan layanan Bakrie Telecom mendapatkan gratis pembicaraan dan SMS antar anggota FORKOMMAT dalam satu kota/kode area dengan minimum Top Up hanya Rp. 25,000,-/bulan (Program Prepaid/Prabayar) untuk menikmati layanan ini. Selain itu memberikan fasilitas Gratis Rame-Rame , BTEL juga memberikan harga khusus untuk pembelian Hape Esia yang hanya bisa didapat melalui penjualan yang dilakukan oleh Pengurus Forkommat yang ditunjuk agar seluruh anggota FORKOMMAT dapat menikmati layanan BTEL.

Read More...

Wednesday, December 24, 2008

Bakrie Telecom Siap Menjadi Full Service Network Provider

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), operator telekomunikasi telepon tetap tanpa kabel ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pos & Telekomunikasi menjadi pemenang tender SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh). Dengan demikian Bakrie Telecom menjadi operator ke 3 yang akan melayani jasa layanan telepon interlokal di Indonesia disamping Telkom dan Indosat. Bakrie Telecom pun menyatakan siap untuk menjadi Full Service Network Provider.
Pemerintah akan menerbitkan ijin prinsip sebelum tanggal 23 Januari 2009. Sebagai pemenang tender sesuai dengan persyaratan dalam proses tender, Bakrie Telecom memang harus mememuhi persyaratan yang diberikan yaitu memberikan jaminan pelaksanan (performance bond) yang besarnya 5% dari total investasi pembangunan tahun pertama.

Menanggapi keputusan tersebut Anindya N Bakrie, Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk mengatakan bahwa Bakrie Telecom tentunya berterima kasih dan menyambut gembira kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah. Karena itu sebagai konsekuensinya Bakrie Telecom tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan segera mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Tahun 2009, dijelaskannya lebih lanjut merupakan tahun awal bagi Bakrie Telecom sebagai full network service provider karena telah memiliki lisensi jaringan tetap lokal, SLJJ dan SLI. “lengkap sudah lisensi yang kami miliki, sekarang waktunya bagi kami memaksimalkan potensi dan kepercayaan yang miliki bagi kepentingan pengembangan usaha di masa depan”, ujarnya.

Untuk pelaksanaan pembangunan proyek SLJJ, Bakrie Telecom telah menganggarkannya sebagai bagian dari belanja modal di tahun 2009. Belanja modal tersebut adalah sebesar US$ 200 juta. Anindya meyakini lisensi ini akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memberikan keuntungan dan layanan lebih pada pelanggan maupun perusahaan. ”Nantinya kami dapat mandiri tanpa ketergantungan dalam menggunakan jaringan pihak lain untuk menyalurkan percakapan telepon SLJJ. Hal ini tentunya akan berdampak pada efisiensi dan peningkatan pendapatan bagi perusahaan. Performance perusahaan akan lebih baik kedepannya”, ujar Anindya

Bakrie Telecom pun, jelas Anindya, akan dapat mensinergikan layanan SLJJ dan internasional sehingga dapat memberikan keuntungan bagi pelanggan, dalam hal ini tentu saja berupa layanan telekomunikasi yang terjangkau dan berkualitas serta memenuhi komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. “Sudah merupakan komitmen dan tekad bahwa Bakrie Telecom akan hadir dan melayani kebutuhan telekomunikasi masyarakat Indonesia. Sebagai perusahaan swasta nasional, Bakrie Telecom berupaya keras membuka dan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan yang kami anggap sebagai hak dasar setiap orang Indonesia. Selama ini upaya tersebut kami wujudkan dalam bentuk pelayanan yang memungkinkan masyarakat menikmati layanan telekomunikasi yang handal, berkualitas dan diperoleh dengan harga yang terjangkau”, paparnya.

Diakuinya lebih lanjut keberhasilan perusahaan mendapatkan lisensi SLJJ ini akan semakin memperkuat posisi Bakrie Telecom sebagai operator telekomunikasi nasional. ”Kami baru saja membuka layanan di 55 kota baru di Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Lisensi ini tentunya akan memberikan pilihan dan bukti keseriusan kami mengembangkan layanan telekomunikasi di Indonesia”, tuturnya. Karena itu perusahaan mencanangkan target yang agresif dimana pada tahun 2009, target jumlah pelanggan mencapai 10,5 juta pelanggan dan 14 juta pelanggan di tahun 2010. Untuk tahun 2008 sendiri, Bakrie Telecom optimis dapat melampaui target 7 juta pelanggan karena pada kuartal ketiga 2008, Bakrie Telecom telah mencapai 6,5 juta pelanggan.

Sebagai operator nasional yang memegang lisensi FWA (Fixed Wireless Access), didapatkannya lisensi nasional untuk percakapan telepon SLJJ memang sangat berarti banyak bagi kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dirinya. Pembukaan jaringan ke kota-kota baru nasional akan membuka akses masyarakat lebih luas lagi serta menambah potensi pelanggan. Sementara lisensi SLJJ yang didapat akan memberikan perusahaan potensi pendapatan yang diperolehnya melalui percakapan telepon SLJJ. Anindya pun mengakui bahwa lisensi SLJJ yang didapat Bakrie Telecom akan membawa keuntungan bagi perusahaan ditengah persaingan industri telekomunikasi yangdberjalan demikian ketat. Namun pada dasarnya Anindya berharap lisensi ini akan membawa kerjasama yang makin erat diantara operator sehingga pembukaan akses telekomunikasi yang lebih besar dan peningkatan kualitas layanan pada pelanggan dapat terjadi.

Read More...

Hape Esia Slankers

Menutup akhir tahun 2008, Bakrie Telecom bersama group band papan atas Slank memperkenalkan satu lagi varian baru bundling product (Huawei Seri# C-2807). Kali ini segment produk bundling yang akan direbut adalah segment komunitas dari group musik Slank. Segment komunitas ini disebut sebagai ”Slankers” sebutan dari penggemar setia Slank. Peluncuran Hape Esia Slank juga bertepatan dengan hari Ulang Tahun Group Musik Slank yang ke-25 yang sudah dan akan terus berkiprah di industri musik indonesia. Produk bundling ini dinamakan : ”Hape Esia Slank”. Suatu persembahan Bakrie Telecom dan Slank untuk Slankers.

Peluncuran Hape ini merupakan suatu kolaborasi dari operator telekomunikasi dan group band yang belum pernah dilakukan di Indonesia dan dibuat hanya bagi Slankers. Hape ini bisa dianggap sebagai bentuk personifikasi antara group band dengan penggemar setianya dan sekaligus menjadi sarana interaksi antara keduanya karena adanya muatan informasi-informasi terbaru tentang kelompok musik idola mereka.

Hape Esia Slank ini dilengkapi pula dengan Slank Menu yang akan langsung terhubung ke dalam Slank content, sehingga pelanggan dapat dengan mudah untuk mencari atau melakukan download content slank yang disukai diantaranya Wallpaper Slank, Polyringtones Slank dan Warung Slank. Content-content yang terdapat dalam Warung Slank dimungkinkan untuk didownload karena adanya aplikasi yang dinamakan Brew Application Downloader.

Dijamin informasi yang terdapat di portal tersebut sangat menarik dan diminati oleh para slankers karena berisi berbagai informasi up to date tentang kegiatan Slankers dan lagu-lagunya. ”Hape Esia ini memang untuk Slankers Sejati. Buktikan bahwa anda Slankers sejati dengan memiliki Hape ini”, ujar Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk pada saat peluncuran hape ini di Wisma Bakrie kemarin.

Beberapa keuntungan yang bakal dimiliki oleh para pelanggan Hape Esia Slankers. Esia akan memberikan gratis 5 ringtone Slank dalam pemakaian selama 21 hari sejak kartu diaktifkan. Kelima ringtone tersebut berasal dari lagu-lagu hit slank yang banyak diminati slankeres seperti Solidaritas, Rebut, Seperti Para Koruptor, Virus dan Devillinu. Khusus lagu Virus dan Devillinu diambil dari American Album yang belum dirilis di Indonesia.

Tidak hanya gratis 5 ringtone, Esia juga akan memberikan gratis 5 polyringtone slank yang sudah tersedia di dalam hape ini sehingga pelanggan dapat menggunakan polyringtones ini untuk dijadikan ringtone pribadi bila ada panggilan masuk. Kelima lagu yang dijadikan polyringtones adalah Pandangan Pertama, Kuil Cinta, Sosial Betawi Yoi, Seperti Para Koruptor dan Orkes Sakit Hati, ada pula gratis 5 wallpaper.

Selain itu ada pula Slank Voice Portal dimana pelanggan Esia memiliki akses langsung ke suara Slank asli. Dengan telepon ke nomor 88825, pelanggan Esia Slank secara otomatis akan terhubung secara eksklusif ke Slank Portal. Pada portal ini terdapat info-info menarik seputar album-albumnya Slank seperti The Big Hip (Japan), Anthem for the Broken Hearted (American Album), Lagu-lagu hits teranyar, full track streaming, biografi Slank, berita-berita terakhir mereka dan masih banyak lagi.

Pelanggan juga bisa melakukan interaktif SLANK SMS Menu dengan Mengakses ke SMS Menu SLANK. Dengan cara ketik SLANK kirim ke 88825. disini pelanggan juga akan bisa mendapatkan berita2 yg nggak kalah seru dari Slank Voice Portal, karena SMS menu ini berbasis SMS content, sehingga pelanggan bisa melakukan download Wallpaper Slank, Ringtone Slank, Update Jadwal Konser Slank, My Kaka Loves, Kata Sok Bijak Bim2, Abdee, Ridho & Ivan Music Klinik, Pelukan Bunda dan lainnya. Baik Slank SMS Menu maupun Slank Voice Portal keduanya bisa di akses oleh seluruh pelanggan Esia.

Menurut Erik, Hape Esia Slank ini akan ditawarkan dengan harga Rp 299 ribu (termasuk PPN) plus bonus pengiriman sms gratis sebanyak 26 ribu karakter. Tambahan bonus lain adalah bonus talktime senilai Rp 12 ribu yang langsung diberikan kepada pelanggan setelah berhasil melakukan aktivasi kartunya. “Bonus ini bisa langsung digunakan untuk melakukan seluruh aktivitas percakapan telepon dan sms, lokal, interlokal maupun internasional serta layanan nilai tambah lainnya. Masa aktifnya juga lumayan panjang selama 30 hari sejak diaktifkan dan mempunyai masa tenggang 30 hari”, jelasnya.

Selain keunggulan dalam fitur-fitur yang penuh dengan informasi Slank, Hape Esia Slank juga memberikan program amal sebagai tanda solidaritas kepada pihak-pihak yang membutuhkan dengan menyisihkan dana sebesar Rp 10 ribu untuk setiap yang terjual. Pihak-pihak yang akan menerima dana ini akan ditunjuk langsung oleh pihak Slank. ”Kami, Bakrie Telecom dan Slank sepakat bahwa setiap produk yang kami kerjakan bersama membawa manfaat bagi masyarakat. Kami pun mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungannya karena masih banyak pihak-pihak yang membutuhkan uluran tangan kita semua”, kata Erik.

Slank selama ini memang dikenal sebagai grup band yang sangat peka terhadap kondisi lingkungannya. Lewat lagu-lagunya, Slank banyak menyuarakan suara rakyat dan mengajak masyarakat untuk berbuat sesuatu. Karena itu tidaklah mengherankan jika Slank yang terdiri dari Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Abdee (gitar) memiliki penggemar yang fanatik, cenderung setia pada Slank karena mereka menganggap musik Slank adalah musik jujur apa adanya yang mewakili jiwa dan semangat muda.

Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Bakrie Telecom dan Slank juga akan hadir pentas di konser SLANK 25 Tahun Memberi yang akan diselenggarakan di Lapangan KODAM V/Brawijaya, Surabaya pada tanggal 29 Desember 2008. Pagelaran ini akan ditayangkan di ANTV 2 Januari jam 21.00 WIB. Selain memperkenalkan kehadiran hape ini juga dimaksudkan untuk semakin mempererat hubungan keduanya dengan para Slankers di Jawa Timu r, khususnya kota pahlawan Surabaya.

Read More...

Sunday, December 21, 2008

Esia Hadir di Manado

Menyambut Natal 2008, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), operator telekomunikasi penyelenggara layanan Esia, Wifone & Wimode secara resmi hadir di Sulawesi Utara, khususnya di Manado, Tondano, Tomohon dan Airmadidi dengan membebaskan percakapan telepon sesama pelanggan Bakrie Telecom selama 6 bulan. Bersamaan dengan peresmian tersebut, Bakrie Telecom juga meluncurkan produk baru Hape Esia Kasih yang khusus dipersembahkan bagi warga Sulawesi Utara dan umat Kristiani pada umumnya sebagai ungkapan jalinan kasih dan persahabatan dari BTEL menyambut Hari Natal. Untuk itu Bakrie Telecom telah mempersiapkan 10 ribu Hape Kasih dan 20 ribu nomor Esia, Wifone & Wimode untuk keempat kota tersebut.

Hape Esia Kasih ini akan ditawarkan dengan harga Rp 299 ribu (termasuk PPN) plus bonus pengiriman sms gratis sebanyak 240 ribu karakter. Esia sengaja menggunakan istilah karakter mengingat tarif sms Esia dihitung berdasarkan karakter, yaitu Rp 1,- per karakter. Bukan atas dasar banyaknya pengiriman sms seperti operator telekomunikasi lainnya.

Fitur-fitur di dalam Hape Esia Kasih disesuaikan dengan iman Kristiani dan nuansa Natal . Melalui fitur Sabda Kasih, umat Kristiani dapat membaca dan merenungkan firman Tuhan kapan dan dimana saja. Termasuk didalamnya Firman Tuhan dan Roti Hidup.

Ada pula fitur Doa Suci dimana pelanggan Esia dapat bimbingan untuk menyampaikan permohonan dan ketenangan hati melalui doa-doa Rosario dan Novena. Sementara nada sambungnya berisi lagu-lagu Natal seperti Selamat hari Natal & Tahun Baru, Jinggle Bell, Joy to the world serta White Christmas.

Selain itu Esia juga akan membebaskan percakapan telepon sesama pelanggan Esia di dalam kota yang sama. Dikarenakan kode area Manado sama dengan Tomohon, Tondano maupun Airmadidi, yaitu 0431 maka percakapan telepon antar pelanggan Esia di ke empat kota tersebut juga akan gratis. Tarif gratis ini akan diberlakukan hingga masa promosi ini berakhir 6 bulan mendatang atau sampai dengan akhir Juni 2009.

Disamping gratis nelpon 6 bulan, pelanggan Esia di Manado juga mendapatkan kesempatan untuk memilih nomor telepon Esianya sesuai dengan keinginannya. Pada program “Pilih Nomor Suka-Suka” yang diadakan di Gerai Esia, Ruko Boulevard No. 6 - 7 Jl. Piere Tendean Boulevard Manado maupun lokasi penjualan lainnya seperti Manado Town Square (Matos), Mega Mall, Matahari Departement Store dan Coco Supermarket, masyarakat Manado dapat memilih nomor telepon Esia yang dikehendaki selama nomor tersebut masih tersedia atau belum dibeli oleh pihak lain.

“Karena itu segera datang ke lokasi penjualan dan dapatkan nomor Esianya sesuai dengan nomor yang dikehendaki. Semakin cepat anda datang maka kemungkinan dapat nomornya semakin terbuka. Siapa cepat dia dapat”, ujar Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk, pada saat peresmian Gerai Esia dan peluncuran Hape Esia Kasih di Manado.

Menurut Erik, Gratis telepon sesama pelanggan Esia & Wifone di Manado ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mencoba dan merasakan sendiri kualitas jaringan Esia & Wifone. “Tentu kurang etis jika kami menyuruh masyarakat untuk mencoba tapi masih dibebani biaya percakapan telepon. Karena itu sengaja kami gratiskan dan jika masih ada yang kurang berkenan, silahkan sampaikan. Kami terbuka kok sehingga kami bisa langsung perbaiki dan tingkatkan lagi kualitas jaringan Esia & Wifone di kota Manado , Tondano, Tomohon dan Airmadidi”.

Soal kualitas jaringan memang menjadi perhatian utama Esia. Banyak informasi yang beredar bahwa sejak operator telekomunikasi menurunkan tarif percakapan teleponnya maka terjadi penurunan pada kualitas jaringannya. “Ini yang kami hindari”, ujarnya lebih lanjut

Pertama tarif telepon Esia Rp 50,- per menit dan Rp 1000,- per jam merupakan tarif regular dan tidak berubah sejak tahun 2005 lalu. Meskipun Esia yang mempelopori penurunan tariff telepon tapi Esia tidak mengikuti perang tarif yang ada saat ini. Karena tarif Esia tidak berubah dan merupakan tarif yang wajar maka yang terjadi bukan penurunan kualitas jaringan tapi justru peningkatan kualitas jaringan berupa optimalisasi dan pendirian BTS baru.

Secara nasional sampai dengan akhir September 2008, Bakrie Telecom telah membangun 2490 BTS (Base Tranceiver Stasion) di seluruh Indonesia . Untuk tahun 2008 ini Bakrie Telecom merencanakan untuk membangun 1000 BTS baru, melengkapi 1100 BTS yang telah kami miliki pada akhir tahun 2007 lalu. Pembangunan BTS baru selain dilakukan di daerah-daerah baru seiring dengan perluasan jaringan Bakrie Telecom secara nasional, juga dilaksanakan di kota-kota dimana Esia, Wifone & Wimode telah beroperasi. “Pembangunan BTS baru ini kami yakini akan semakin menyempurnakan kualitas jaringan Esia karena memang berasal dari masukan masyarakat”, jelas Erik.

Buat mereka yang belum memiliki handset maka Esia juga menyediakan beberapa paket bundling mulai dari harga Rp 199 ribu (diluar ppn) untuk handset yang monocrom dan Rp 249 ribu (diluar ppn) untuk handset yang berwarna. Ada juga hape Esia yang memiliki waktu siaga hingga 13 hari. Cocok buat mereka yang sangat tinggi aktivitas atau mobilitasnya hingga tidak perlu lagi membawa charger baterei.

Keseluruhan upaya tersebut dilakukan BTEL untuk memberikan pilihan yang semakin beragam akan layanan telekomunikasi yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat. “Kualitas atas produk dan layanan terhadap pelanggan serta calon pelanggan Esia dan Wifone adalah fokus utama dari pengembangan Bakrie Telecom. Sehingga kami yakin walaupun persaingan makin ketat, namun kami mampu membuktikan diri kami sebagai operator yang memberikan layanan telepon hemat namun berkualitas prima. Terbukti dari jumlah pelanggan kami yang meningkat”, jelas Erik.

Jumlah pelanggan BTEL hingga September 2008 sebesar 6,5 juta dimana target pelanggan untuk tahun 2008 ini adalah 7 juta dan 14 juta hingga tahun 2010. Dengan demikian selama 9 bulan pertama 2008 (Januari hingga September) terdapat lonjakan pelanggan sebesar 71,5% mengingat di akhir tahun 2007 jumlah pelanggan BTEL sebesar 3,8 juta pelanggan.

Read More...

Thursday, December 18, 2008

Baliho Promosi yang Mengancam Jiwa

Kasus baliho roboh pada saat musim hujan seakan menjadi ancaman bagi siapa saja yang ada di sekitarnya. Kerugian yang ditimbulkan oleh papan reklame ini cukup besar, belum lagi sampai timbul korban nyawa. Dalam hal ini siapa yang harus disalahkan ?, ada tiga lembaga yang harus bertanggung jawab dalam pendirian baliho. Coba kita lihat kronologis pendirian papan promosi ini, ijin dan penentuan lokasi adalah keputusan PEMDA setempat, bahwa PEMDA sudah memiliki rancangan tata ruang kota serta penempatan area komersil. Kedua bahwa lokasi adalah atas permintaan user baik perusahaan atau produk yang akan berpromosi. Yang ketiga pembangunan baliho ini sendiri dekerjakan oleh vandor/supplier advertaising pemegang tender kerja. Selama ini ada begitu banyak baliho yang berukuran besar tapi tidak pernah rubuh, lalu kenapa baru diterpa gerimis sudah ambruk ?.

Permasalahannya ada banyak faktor, kita telaah dari user sang pengguna lokasi promosi, bahwa perusahaan yang ingin berpromosi di tempat yang strategis tapi menginginkan biaya murah, bahkan mematok harga tertentu yang dibawah pasaran. Vendor yang menyanggupi dengan biaya murah juga harus melaksanakan pekerjaan tentu dengan keuntungan besar. Maka jalan satu-satunya adalah mengurangi kualitas konstruksi baliho, seharusnya menggunakan besi 8mm maka diturunkan menjadi 6 mm ini adalah menyiasati biaya konstruksi agar murah, tidak menimbang ketahanan rangka konstruksi yang berakibat fatal. Bila baliho yang dipasang ambruk vendor tidak merasa khawatir, sebab baliho tersebut di ansuransikan. Jadi kasus baliho ambruk yang menyebabkan celaka pada masyarakat dikembalikan kepada pemerintah, harus ada standar material konstruksi dari baliho agar kecelakaan dapat diminimalis.

Read More...

Tuesday, December 16, 2008

Bakrie Telecom Jual Menara BTS

Rencana PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) untuk menjual 543 menaranya mendapatkan persetujuan para pemegang sahamnya pada RUPS (Rencana Umum Pemegang Saham) yang diselenggarakan kemarin di Jakarta. Dari penjualan menara, perseroan mentargetkan perolehan dana sebesar Rp 380,22 Miliar. Harga tersebut merupakan harga minimum untuk 123 manara greenfield senilai Rp 115,62 Miliar dan 420 menara rooftop senilai Rp 264,6 miliar.

Saat ini proses penawaran tengah berlangsung dan diikuti oleh 6 tower providers dan diharapkan proses ini akan tuntas pada akhir tahun 2008 ini. Adapun keenam perusahaan yang mengajukan penawaran adalah Solusi Tunas Pratama, Tower Bersama, Protelindo, Retower, Padi Mekatel dan Powertel. Dengan demikian manajemen Bakrie Telecom membantah pemberitaan mengenai masuknya Sinarmas sebagai salah satu calon investor pembeli menara BTEL seperti yang diberitakan di media massa.

Dana penjualan menara akan digunakan perseroan untuk belanja modal (capital expenditure). Belanja modal tersebut sebagian didapatkan dari right issue senilai Rp 3 Triliun yang telah dilakukan pada kuartal pertama 2008. Kemudian 50% terakhir melalui skema vendor financing dan kas internal perseroan.

”Melalui penjualan ke 543 menaranya, Bakrie Telecom akan lebih fokus pada kegiatan penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi sehingga upaya peningkatan kualitas layanan pada pelanggan juga makin intensif. Apalagi iklim persaingan usaha di industri telekomunikasi akan berlangsung semakin sengit sehingga mendorong perseroan untuk terus menciptkan nilai tambah bagi pelanggannya”, kata Anindya N Bakrie , Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk dihadapan media usai melakukan RUPS di Jakarta kemarin.

Disamping itu Anindya menambahkan langkah Bakrie Telecom ini juga untuk memenuhi ketentuan mengenai penggunaan menara bersama sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republika Indonesia No. 02/PER/M.Kominfo/3/2008 tertanggal 17 Maret 2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi.

Dalam laporan keuangan perusahaan kuartal ketiga yang disampaikan ke Bapepam dan Bursa Efek Indonesia, pendapatan bersih Bakrie Telecom tumbuh 82,8% (year on year) dari Rp 848,8 Miliar di kuartal ketiga 2007 menjadi Rp1,551 Triliun di periode yang sama di tahun 2008 ini. Sedangkan pendapatan kotor perusahaan naik 80,5% dari Rp 1,106 Triliun di kuartal ketiga 2007 menjadi Rp 1,997 Triliun kuartal ketiga 2008.

Pencapaian mengesankan di pendapatan perusahaan ditunjukkan pula pada catatan EBITDA (Earnings Before Interest, Depreciation & Amortization) untuk kuartal pertama 2008 sebesar Rp 582,0 Miliar atau tumbuh 64,3% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 354,1 Miliar.

Laju pertumbuhan pelanggan sebesar 122,1%, menurut Anindya merupakan variabel yang menyumbang cukup signifikan pada pencapaian positif kinerja keuangan PT Bakrie Telecom Tbk pada kuartal ketiga ini. Secara year on year terjadi lonjakan pertumbuhan pelanggan dari posisi 2,9 juta pelanggan di kuartal ketiga 2007 menjadi 6,5 juta pelanggan di periode yang sama tahun ini. Sementara jika dilakukan perhitungan year to date, jumlah pelanggan Bakrie Telecom selama 9 bulan di tahun 2008 ini meningkat 2,7 juta atau tumbuh sebesar 71,5%.

Dengan melihat laju pertumbuhan tersebut, Anindya optimis target Bakrie Telecom untuk mendapatkan 7 juta pelanggan di akhir tahun dapat terlampaui. Selain itu upaya perseroan untuk memperluas wilayah layanan secara nasional terus berlanjut. Setelah menyelesaikan pembangunan jaringan di 47 kota pada akhir bulan Juli 2008 maka dalam 3 bulan terakhir Esia & Wifone telah menambah 8 kota lagi sehingga total jumlah kota yang dilayani berjumlah 55 kota pada akhir September 2008.

Ke 8 kota baru tersebut meliputi meliputi Binjai, Tenggarong, Boyolali, Pariaman, Tegal, Purwokerto, Kediri dan Pontianak. Melalui tambahan daerah baru di berbagai kota di Sumatera, Jawa dan Kalimantan, Bakrie Telecom menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk memenuhi persyaratan dalam modern licensing sekaligus membuktikan keinginan kuat perusahaan untuk melayani kebutuhan telekomunikasi masyarakat Indonesia.

Melalui pencapaian yang mengesankan pada kuartal ketiga, ditambah likuiditas perusahaan yang terjaga, Anindya menilai optimis prospek Bakrie Telecom di masa depan. ”Sekali lagi management Bakrie Telecom membuktikan betapa kokohnya fundamental usaha perusahaan. Kinerja optimal dan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha 3 tahun kedepan yang telah terpenuhi mendorong kami untuk semakin fokus dalam pencapaian target perusahaan. Kami akan terus berkerja dan memberikan yang terbaik dalam karya nyata bagi negeri ini.”, tegas Anindya.

Read More...

Friday, November 28, 2008

Latihan Antisipasi Bencana Alam Esia dan PMI

Bencana alam yang kerap melanda Indonesia mendorong PT Bakrie Telecom Tbk dan Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama melakukan langkah antisipatif dengan memberikan pelatihan tanggap bencana bagi masyarakat, khususnya pengenalan dini bencana pada anak-anak sekolah dasar. Pelatihan ini akan dilakukan di 10 sekolah dasar di kota Padang pada awal bulan Desember 2008 dan dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah sosialisasi ke berbagai sekolah di daerah rawan gempa selama satu pekan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tahap kedua, Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami).

Kegiatan pelatihan ini dibiayai dari penyisihan sebagian hasil penjualan Esia dan Wifone pada saat peresmian beroperasinya Bakrie Telecom di kota Padang bulan September 2007 lalu. Total dana yang dapat dikumpulkan dari hasil penjualan tersebut sebesar Rp 200 juta dan seperti janji pada saat peresmian tersebut keseluruhan dana akan disalurkan melalui PMI.

Disamping itu Padang dijadikan daerah pertama pelatihan tanggap bencana dengan pertimbangan daerah ini sangatlah rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi maupun banjir. Posisi geografis wilayah Sumatera Barat, terutama kota Padang berada di daerah pesisir pantai, dan di beberapa wilayahnya merupakan titik rawan gempa dan tsunami. Sementara di wilayah pedalaman kondisi daerahnya penuh dengan bukit yang rawan terhadap tanah longsor.

“Sebagai perusahaan telekomunikasi, keberadaan Bakrie Telecom sangatlah dekat dengan masyarakat. BTS kami sebagian berada di lingkungan masyarakat. Artinya kami hidup bersama dan menjadi bagian dari masyarakat. Jika terjadi musibah, seperti bencana alam, maka dampaknya tentu kami rasakan pula. Karena itulah mengapa kami menggelar pelatihan tanggap bencana ini sebagai langkah antisipasi dan upaya preventif menghadapi situasi darurat”, ujar Ridzki Kramadibrata, Executive Vice President PT Bakrie Telecom Tbk.

Lebih lanjut, Ridzki menambahkan, “Pelatihan Tanggap Bencana ini adalah sumbangsih kecil kami. Berbagai bencana dan luka memang sempat meluluhlantakkan tanah air kita. Dari Aceh, Nias, Yakuhimo, Yogya, dan berbagai daerah lain. Bahkan wilayah Sumatera Barat juga terkena beberapa kali bencana seperti gempa bumi, tanah longsor dan banjir. Tetapi separah apapun, merah putih kita harus tetap tegak berdiri. Tentu tak bisa sendiri-sendiri, karenanya kami juga mengajak semuanya untuk peduli. Sekecil apapun, akan mencegah korban yang lebih besar dan meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.”

Tujuan pemberian penyuluhan dan sosialisasi adalah memberikan pemahaman terhadap masyarakat khususnya anak-anak sekolah dasar mengenai dampak yang ditimbulkan dari bencana gempa serta bahayanya tinggal di wilayah rawan gempa, memberikan penyuluhan tindakan yang harus dilakukan pada saat gempa terjadi serta pertolongan pertama terhadap korban gempa, dan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang manfaat alat-alat komunikasi pada saat terjadi bencana. “Üntuk bisa memberikan penjelasan tersebut haruslah berasal dari lembaga kompeten dan PMI adalah lembaga yang tepat untuk kepentingan tersebut”, katanya lebih lanjut.

PMI merupakan salah satu lembaga yang melakukan upaya kesiapsiagaan bencana dengan menjalankan program Sekolah Siaga Bencana. Melalui program tersebut, PMI mensosialisasikan konsep kesiapsiagaan bencana dan pengurangan risiko di kalangan anak sekolah. “Sosialisasi pengurangan risiko ini sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang kondisi bencana. Selain mereka akan mengenal bencana yang ada, mereka juga akan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” jelas Lily Kasoem - Pengurus Bidang Pengembangan Sumber Dana Kantor Pusat PMI.

Lily Kasoem berharap program-program seperti ini dapat diteruskan ditempat-tempat lain karena anak-anak sangat rentan terhadap dampak bencana. Pengenalan dan pengetahuan mereka terhadap situasi awal bencana dan tindakan yang harus diambil dapat meminimalisir kemungkinan munculnya korban. Karena itu Lily mengajak agar langkah Bakrie Telecom ini dapat ditiru dan diteruskan oleh perusahaan-perusahaan lain di tempat yang lain pula.

Dengan mengambil contoh Jepang, Lily menjelaskan bahwa sejak 25 tahun lalu pelajaran gempa bumi sudah diajarkan di seluruh sekolah di jepang. Dengan pengetahuan tersebut anak-anak dapat mengerti bagaimana tindakan yang harus dilakukan sehingga tidak muncul sikap panik dan karenanya jumlah korban yang jatuh juga dapat diminimalisir.

“Di Indonesia pun kordinasi penanggulangan gempa terus dilakukan secara nasional, meskipun masih pada tahap awal dan akan terus dikembangkan. Situasi gempa yang makin kerap melanda Indonesia membutuhkan penanganan dan koordinasi yang cepat dan tepat. Karena itu kami membutuhkan dukungan dari semua pihak agar sosialisasi dan penyebaran pengetahuan seperti yang dilakukan bersama Bakrie Telecom dapat segera dilakukan”, ujar Lily

Selain Padang, Bakrie Telecom sebelumnya juga telah membentuk tim-tim tanggap bencana di beberapa wilayah regionalnya, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timu r. Tim tanggap bencana ini merupakan gabungan dari relawan karyawan perusahaan yang sewaktu-waktu siap membantu menolong dan menyelamatkan jiwa manusia dalam keadaan bencana. Untuk mempersiapkan tim ini, Bakrie Telecom mendapat dukungan dari tim profesional yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam SAR. Kedepannya tim-tim ini juga akan diperluas pula ke Sumatera Bagian Utara, Kalimantan dan Sulawesi.

Aktivitas kemasyarakatan memang telah menjadi agenda wajib bagi Bakrie Telecom. Program-program seperti ini dijalankan dan akan terus dikembangkan agar keberadaan dan sumbangsih Bakrie Telecom semakin dirasakan oleh masyarakat. Selain itu sebagai perusahaan swasta nasional, Bakrie Telecom juga secara konsisten menerapkan nilai-nilai kebangsaan yaitu memiliki kepedulian terhadap kondisi sesama umat manusia, dan lingkungan alam sekitar kepada seluruh karyawan.

Read More...

Sunday, November 23, 2008

Lahan Baru Bakrie Telecom

Jakarta, Direktur Corporate Services PT. Bakrie Telecom, Tbk, Rakhmat Junaidi dan Direktur Utamaa PT. Graha Rayhan Tri Putra, Bally Saputra bertukar dokumen Kesepakatan Kerjasama disaksikan Menteri Negara Perumahan Rakyat, Mohammad Yusuf Asy’ari dan Komisaris Independen Bakrie Telecom, Ai Moelyadi Mamoer. Bakrie Telecom akan memasok 5000 satuan sambungan telepon bagi Apartemen Rakyat Pancoran Riverside.
PT Bakrie Telecom Tbk memperluas segmen pasarnya dengan memasok kebutuhan telekomunikasi di sektor properti, khususnya perumahan bagi masyarakat luas di Rumah susun sederhana milik (rusunami). Tidak kurang dari 5000 satuan sambungan telepon dipersiapkan Bakrie Telecom bagi ”Pancoran Riverside”, rusunami yang dibangun oleh pengembang PT Graha Rayhan Tri Putra.

Penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) dilakukan hari ini di lokasi rusunami ”Pancoran Riverside” oleh Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom, Tbk dan Bally Saputra, Direktur Utama PT Graha Rayhan Tri Putra sebagai pengembang rusunami serta disaksikan oleh Mohammad Yusuf Asy’ari, Menteri Negara Perumahan Rakyat.

”Kami melihat masuknya Bakrie Telecom sebagai penyedia sarana telekomunikasi di sektor properti, khususnya rusunami akan membuka segmen pasar baru. Sektor ini akan terus tumbuh dan telekomunikasi merupakan sarana dasar yang wajib dimiliki di setiap rusunami. Karena itu kerjasama ini akan menjadi batu pijakan penting bagi Bakrie Telecom untuk berkiprah di sektor properti”, ujar Rakhmat pada saat penandatanganan kerjasama.

Diakui Rakhmat, perhatian Bakrie Telecom ke sektor properti, khususnya rumah susun sederhana (rusuna) didorong pula oleh komitmen yang makin besar dari pemerintah. Sejalan dengan dibentuknya Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan (Keppres No. 22 Tahun 2006) dan pencanangan Program Pembangunan Rumah Susun Sederhana (Rusuna) 1000 Tower hingga tahun 2011. Bahkan pemerintah berharap dari 1000 tower, yang sebagian besar ada di jabodetabek, sisanya di Pulau Jawa dan luar Jawa yang penduduknya kian padat. Selain itu juga akan ada tambahan subsidi perumahan pada tahun 2009 sebesar Rp 2,5 Triliun. ”Jelas ini merupakan potensi bisnis yang sangat menjanjikan bagi Bakrie Telecom. Karena itu kami akan semakin fokus menggarap pasar rumah susun sederhana”, kata Rakhmat.

Alasan lain ketertarikan Bakrie Telecom untuk melengkapi kebutuhan telekomunikasi rumah susun sederhana adalah target pasar rusuna yang sesuai dengan pangsa pasar perusahaan. Operator telekomunikasi ini dikenal sebagai operator yang gencar dan konsisten menggarap kebutuhan telekomunikasi bagi masyarakat kebanyakan. Berbagai produk layanannya diarahkan untuk membuka akses yang semakin luas bagi masyarakat untuk menikmati jasa layanan telekomunikasi. Karena itu, menurut Rakhmat, konsumen pasar rusuna akan identik dan target sasaran Bakrie Telecom.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Bally Saputra menilai kerjasama ini merupakan sinergi antar kedua perusahaan swasta nasional yang punya keberpihakan kuat pada pemenuhan kebutuhan masyarakat luas. ”Ada perhitungan bisnis, tapi juga ada nilai sosial yang diemban didalamnya. Itu sebabnya kami begitu antusias dalam menggandeng Bakrie Telecom untuk menyediakan fasilitas telekomunikasi yang handal dan terjangkau di proyek kami”, ujarnya. Pembangunan perumahan secara vertikal menurut Bally sangat efektif untuk mengatasi kelangkaan lahan, dan dapat menjaga keharmonisan tata ruang wilayah tersebut. Model pembangunannya tidak menyita lahan atau cenderung keatas sehingga masih memberi ketersediaan bagi ruang terbuka. Model ini sangat cocok untuk dikembangkan di Jakarta yang semakin langka lahan terbukanya dan juga sangat mahal.

Bagi Bally yang telah 16 tahun berkecimpung dalam sektor properti, Pancoran Riverside tidak hanya dilengkapi dengan fasilitas telekomunikasi tapi juga fasilitas keluarga lainnya yang menjadikan rusunami ini layak huni dan sehat. ”Kami akan siapkan segala fasilitas yang membuat penghuni betah tinggal di tempat ini sehingga pada hari libur pun orang tidak perlu ke luar lingkungan untuk dapat menikmati segala jenis hiburan dan sarana rekreasi keluarga”, paparnya lebih lanjut. Lokasinya pun sangat strategis. Berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Pancoran Riverside cocok untuk dijadikan hunian bagi mereka yang punya aktivitas tinggi di Jakarta. Dekat dengan lingkungan perkantoran segitiga emas, memiliki akses ke jalan tol dalam kota, kereta api, dan busway menjadikan rusunami ini strategis sebagai hunian maupun investasi.

Read More...

Friday, November 14, 2008

Speedy Pre Paid Datang Hotspot Gratisan Pergi

Yang senang wi-fi gratisan kali ini dibuat sedih setelah dikeluarkannya Pre Paid speedy, Pre Paid ini sejenis voucher yang dikeluarkan oleh Telkom untuk menggunakan layanan publik hotspot yang sudah di pasang Telkom Speedy di beberapa titik dalam kota. Melihat trend penggunaan internet semakain meningkat dan sudah menjadi kebutuhan masyarakat kota. Hotspot gratis memang sangat membantu ditengah mahalnya biaya akses internet saat ini, apalagi harus menggunakan warnet yang lola, netter pasti lebih suka menggunakan hotspot gratis. Ini berdampak baik bagi Telkom Speedy menjadi nialai tambah dalam varian bisnis Telkom terutama speedy, yang jadi masalah adalah pemeliharaan titik-titik hotspot yang potensial. Sebab selama ini terkesan hotspot gratisan cuma bisa pasang tapi tidak di kontrol. Perbedaan ini sangat terasa bila kita bandingkat dengan hotspot yang di sediakan pihak swasta, terpelihara dengan baik dan dari segi akses juga lebih cepat. Penyedia layanan hotspot gratis terutama dalam bentuk cafe memakai standard kapasitas yang proporsional, jumlah modem wireless yang dipasang seimbang dengan jumlah orang pengguna layanan hotspotnya. Sementara hotspot publik yang disediakan Telkom kesannya seadanya, tidak ada pertimbangan kalau area hotspotnya overload yang bisa menyebabkan akses menjadi lemot. Kembali kepada Pre Paid yang dikeluarkan telkom berupa voucer seperti kartu pulsa yang berisi nomor akses dan pin yang akan kita gunakan untuk mengakses publik hotspot speedy, voucher ini juga bisa kita kontrol pemakaiannya, bila sudah habis kita bisa membelinya kembali seperti pulsa pra bayar. Untuk sementara voucher Pre Paid ini baru tersedia di plaza-plaza Telkom dan dalam waktu dekat akan sudah bisa di dapat di gerai-gerai penjual pulsa handphone.

Read More...

Thursday, November 13, 2008

HUT Bandung di Dukung ESIA

Jakarta, 13 November 2008 – Menyambut peringatan hari ulang tahun Bandung ke 198, Esia, produk telepon tanpa kabel dari Bakrie Telecom berkomitmen untuk mendukung perayaan HUT tersebut sebagai mitra utama. Untuk itu Esia memberikan potongan harga senilai Rp 20 ribu bagi setiap warga Bandung yang membeli produk-produk Esia. Tawaran menarik ini dilakukan Esia selama pelaksanaan Pekan Pesona Bandung di Tegallega 14 – 23 November 2008 dan kemudian dilanjutkan di sepanjang kawasan Dago dari tanggal 24 November 2008 hingga 14 Desember 2008 serta di seluruh Gerai Esia yang ada di kota Bandung.

“Bandung memiliki nilai historis bagi Bakrie Telecom karena Bandung merupakan kota perluasan wilayah pertama di luar Jakarta. Sebagai kota pertama Bandung memberikan banyak pengalaman dan pelajaran bagaimana kami harus melayani pelanggan dengan baik. Karena itu sudah sewajarnya jika Bakrie Telecom sebagai operator yang menjalankan layanan Esia, Wifone dan Wimode menjadi mitra utama dalam perayaan hari jadi kota Bandung ke 198“, papar Erik Meijer , Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk dalam penjelasannya ke media, kemarin di Bandung.

Sejauh ini, diakui Erik, sambutan masyarakat Bandung sangatlah positif terhadap kehadiran Bakrie Telecom beserta produk-produknya. Dari 6,5 juta pelanggan Bakrie Telecom di akhir bulan September 2008, jumlah pelanggan Bakrie Telecom di kota Bandung menduduki peringkat kedua setelah Jakarta. Sedangkan target pertumbuhan pelanggan secara nasional di tahun 2008 ini adalah 7 juta pelanggan. Diharapkan Bandung akan terus mempelopori pertumbuhan pelanggan Bakrie Telecom di masa mendatang.

Sejalan dengan upaya meningkatkan terus pertumbuhan pelanggan, Bakrie Telecom memandang penting usaha untuk menjaga tingkat loyalitas pelanggan. ”Prinsipnya apa yang kami capai harus pula kami pelihara. Apalagi ada kata bijak yang mengatakan menjaga lebih sulit daripada meraih. Karena itu kami memberikan prioritas tinggi pada upaya pemeliharaan kualitas layanan pada pelanggan”, kata Erik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Erik, berbagai langkah yang berupaya meningkatkan kualitas layanan akan terus dibuat untuk semakin memperkokoh posisi Bakrie Telecom bahwa menjadi pelanggan Esia selalu untung. Untung karena daerah layanannya semakin luas. Untung karena bonusnya semakin banyak dan bervariatif. Untung karena tarifnya kompetitif, sederhana dan tidak membingungkan pelanggan. Serta untung karena jaringannya juga semakin bagus.

“Per September 2008 daerah layanan Esia & Wifone sudah menjangkau 55 kota. Artinya dengan menggunakan kode akses 01010, pelanggan Esia & Wifone sudah dapat melakukan percakapan hemat ke 55 kota tersebut Rp 50 per menit Rp 1000 per jam. Pelanggan Esia pun dapat berpergian ke 55 kota tanpa harus mematikan atau mengganti nomor telepon Esianya. Karena kami punya layanan Esia GoGo. Hal tersebut ternyata sangat berguna pada saat pelanggan Esia pulang mudik pada musim lebaran lalu”, kata Erik.

Bakrie Telecom pun dari waktu ke waktu terus menjaga dan meningkatkan kualitas jaringannya. Dimata Erik, tak ada kata selesai dalam pemeliharaan jaringan. Karena pelanggan terus tumbuh, daerah pun berkembang. Namun untuk membangun BTS pun makin tidak mudah akibat dinamika penduduk dan regulasi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bakrie Telecom.

Untuk itu Bakrie Telecom akan terus memanfaatkan konsep menara bersama karena bisa mempercepat waktu penetrasi sekaligus menyederhanakan proses perijinan dan menghemat biaya modal. Pada pertengahan tahun 2008 Bakrie Telecom telah membangun 1770 BTS dari sekitar 2100 BTS yang ditargetkan terpasang pada akhir tahun 2008 ini.

”Segala cara yang didapat digunakan untuk menjaga kepuasan dan kepercayaan pelanggan akan kami lakukan dengan maksimal karena itulah modal kami yang paling mendasar. Apalagi tingkat persaingan di industri telekomunikasi juga berjalan kian ketat. Karena itu tidak ada kata lain selain kerja keras untuk menjaga kualitas layanan pelanggan dan membangun kepercayaan masyarakat”, katanya.

Read More...

ESIA HADIR DIBALI

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) juga memiliki perhatian pada upaya peningkatan pendapatan masyarakat terutama mereka yang tinggal di lingkungan pinggiran perkotaan dan pedesaan. Perhatian ini diwujudkan dalam bentuk kerjasama dengan Dian Bhuanan Lestari (DINARI) untuk membuka peluang usaha di bidang telekomunikasi, khususnya telepon pedesaan (village phone). Penandatangan kerjasama ini dilakukan kemarin di Bali oleh Vidi Rosen , General Manager Area Jatim, Bali & Nusra Bakrie Telecom (BTEL) dan Ir. Nyoman Irianto Wibawa, Direktur Utama Dian Bhuana Lestari (DINARI). Turut menyaksikan penandatangan tersebut Dhany HMS, VP Bisnis Operation Regional Indonesia Timu r PT Bakrie Telecom Tbk dan Linda Arisetiawati, Manager Area Bali PT Bakrie Telecom Tbk.

“Uber (Usaha Bersama) Esia baru saja diresmikan tanggal 29 Juli 2008 dalam acara Asia Pacifik Regional Microcredit Summit. Kemudian kami menerapkan konsep ini di wilayah Bogor dan Tangerang dengan fokus membantu kehidupan ibu-ibu rumah tangga menjalankan usaha kecilnya. Hasilnya sangatlah memuaskan. Karena itu kami berniat memperluas upaya ini dengan menerapkannya di Bali ”, papar Dhany HMS . Melalui telepon pedesaan, Dhanny berharap operator Telepon Pedesaan (Village Phone Operator atau VPO) yang dikembangkan oleh Dinari akan menjalankan usaha mereka di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terjangkau oleh layanan telekomunikasi dan menyewakan telepon kepada lingkungan disekitar mereka dengan cara penggunaan berdasarkan per telepon. ” UBER ESIA bertujuan untuk memfasilitasi akses telekomunikasi yang terjangkau melalui cara-cara yang berkelanjutan, bermanfaat dan berdayaguna bagi masyarakat pedesaan Indonesia ” papar Dhany HMS

Lebih lanjut Dhany HMS menjelaskan ”Saat ini kami meresmikan kerjasama sama dengan lembaga keuangan mikro lokal di Bali yaitu dengan Dian Bhuana Lestari (DINARI) Foundation, karena kami melihat masyarakat Bali merupakan masyarakat yang ulet dan mandiri. Sehingga kami yakin UBER ESIA dapat memberikan manfaat baik segi ekonomis maupun telekomunikasi bagi masyarakat Bali ”. UBER Esia sendiri merupakan kolaborasi antara Bakrie Telecom (BTEL), Qualcomm dan Grameen Foundation, akan bekerja sama dengan lembaga keuangan mikro lokal Indonesia untuk membantu mitra usaha kecil dalam peminjaman dana yang dibutuhkan untuk membeli sebuah “usaha” Telepon Pedesaan (Village Phone), dimana akan menggunakan teknologi 3G CDMA untuk menghadirkan layanan telekomunikasi nirkabel yang terjangkau bagi masyarakat pedesaan.

UBER ESIA akan bekerja sama dengan mitra lokal yaitu PT Dian Bhuana Lestari (DINARI) Foundation yang berdiri pada tanggal 4 June 1992 dan dipimpin oleh putra daerah Bali yaitu Bp. Ir. Nyoman Irianto Wibawa. PT DINARI lahir atas kepedulian putra daerah yatiu Bpk Ir. Nyoman Irianto Wibawa yang menginginkan masyarakat Bali dapat hidup sejahtera, Hingga saat ini PT Dinari dibawah kepemimpinan Bp. Ir Nyoman Irianto Wibawa mampu berkembang pesat dan memiliki nasabah lebih dari 8000 nasabah dan beroperasi di wilayah Badung, Jembrana, Negara dan Tabanan. “ Kami merasa bangga dapat bekerjasama dengan Bakrie Telecom (BTEL), beserta Grameen dan Qualcoom dalam mengembangkan UBER ESIA di Bali. Kami melihat UBER ESIA dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat di Bali, khususnya didaerah pedesaan” tegas Ir Nyoman Irianto Wibawa.

Program Uber ESIA adalah bentuk usaha Bakrie Telecom dalam memperkokoh komitmen untuk menuju tata kelola perusahaan yang baik karena sebagai sebuah perusahaan nasional, BTEL meyakini bahwa perkembangan usaha BTEL juga tidak lepas dari kontribusi komunitas disekeliling BTEL. Sehingga mengembangkan komunitas menjadi prioritas utama BTEL, dan salah satunya melalui UBER ESIA.“Kami selalu mempertimbangkan bahwa masyarakat tertinggal sebagai masyarakat yang produktif karena mereka juga memiliki hak untuk akses telekomunikasi. Namun pada kenyataannya, mayoritas masyarakat ini tidak memiliki daya beli yang cukup. Oleh karena itu, Bakrie Telecom, melalui Uber ESIA, membuka kesempatan bagi masyarakat tertinggal untuk meningkatkan daya beli mereka. Hal ini merupakan tantangan bagi Bakrie Telecom, tidak hanya untuk membantu masyarakat tertinggal meningkatkan pendapatan mereka, namun juga untuk menyediakan

BTEL telah memperluas layanannya ke lebih dari 50 kota-kota di Indonesia tahun ini. Selain itu, Bakrie Telecom juga telah memperoleh lisensi sambungan langsung internasional dari pemerintah. Tidaklah mengherankan jika Bakrie Telecom memperoleh penghargaan operator CDMA terbaik berturut-turut dari tahun 2007 & 2008. Salah satu penghargaan yang diterima oleh BTEL adalah dari Frost & Sullivan pada tanggal 23 Mei 2008 sebagai Best of The Best; The Most Promicing Service Provider in Asia Pacific, yang semakin mengukuhkan posisi Bakrie Telecom di Indonesia.Untuk informasi lebih lanjut terkait Bakrie Telecom.

Read More...

Monday, November 3, 2008

ESIA Hadir di 5 Kota Jateng

Penetrasi Esia & Wifone, layanan telepon tetap tanpa kabel dari PT Bakrie Telecom Tbk terus berlanjut di wilayah Jawa Tengah. Kini layanan Esia & Wifone bertambah 5 kota lagi dengan dibukanya Magelang, Pekalongan, Batang, Temanggung dan Muntilan. Dengan bertambahnya ke lima kota tersebut maka wilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta tercatat sebagai daerah yang mendapatkan tambahan kota terbanyak di Bakrie Telecom.

“Sebelumnya kami telah hadir di 10 kota Jawa Tengah dan Jogjakarta. Tidak hanya di kota-kota besar seperti Semarang, Solo, Jogja, Purwokerto atau Tegal tapi juga menjangkau daerah yang lebih kecil seperti Wonosari, Ungaran, Salatiga atau pun Boyolali. Hal ini menunjukkan upaya kami untuk menjangkau daerah-daerah secara lebih merata guna mewujudkan tekad Bakrie Telecom untuk lebih berperan dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat Indonesia“, ujar Dhanny HMS, VP Bisnis Operasional Wilayah Indonesia Timur PT Bakrie Telecom.

Sebagai kota penghubung berbagai kota utama di Jateng yakni Semarang, Solo dan Yogyakarta maka ke lima kota tersebut memiliki kedudukan yang strategis dan penting sehingga ESIA perlu membangun jaringan dan network secara penuh di kota tersebut. Potensi ekonomi kota-kota sekunder tersebut cukup bergairah dan berperan penting dalam menopang kota-kota yang lebih besar. Temanggung misalnya, potensi dari perdagangan tembakau dan sayur mayur sangat tinggi mengingat iklimnya yang menunjang. Demikian pula dengan Pekalongan yang dikenal sebagai sentra perdagangan batik.

Ketika musim lebaran lalu, layanan Esia GoGo untuk daerah Jawa Tengah dan Jogjakarta banyak diminati. Rata-rata untuk daerah ini mengalami permintaan layanan lebih dari 85%. Permintaan itu justru lebih banyak dari daerah-daerah yang lebih kecil seperti Wonosari, Klaten, Boyolali dan sebagainya. Karena itu Bakrie Telecom banyak menerima permintaan dari masyarakat untuk segera memperluas jangkauan wilayah layanannya ke berbagai kota lainnya di daerah ini.

Megelang menjadi salah satu contoh kota yang banyak diminati untuk segera dibuka layanannya. Karena itu Bakrie Telecom segera merespons permintaan tersebut dengan membuka layanan Esia dan Wifone di Magelang. Peresmian operasional di Magelang dilaksanakan di Gerai KSO ESIA di pusat kota jalan Ikhlas No. 78 Magelang, Jumat, 31-Oktober-2008. Magelang yang terkenal sebagai lokasi Candi Borobudur dan memiliki daerah sejuk di kaki Gunung Tidar merupakan kota perdagangan, industri pengolahan, bangunan, angkutan, pergudangan dan komunikasi. Potensi kota Magelang masih ditambah sekaligus sebagai kota pariwisata dan budaya, jelas Dhanny yang asli putra Magelang.

Sebagai paket promosi maka Esia & Wifone akan menggratiskan percakapan telepon sesama pelanggan Esia & Wifone di kota Magelang selama 6 bulan (on net free call). “Jadi pelanggan Esia &Wifone bisa mencoba dulu kualitas layanannya dari November hingga Maret tanpa harus khawatir ditagih biayanya“, ujar Dhanny. Selain itu, lanjut Dhanny masyarakat yang membeli 2 kartu perdana maka masing-masing kartu perdana akan mendapatkan tambahan Talktime sebesar Rp 5 ribu. Paket ini juga berlaku di Muntilan, Pekalongan, Batang dan Temanggung.

Read More...

Friday, October 17, 2008

Dampak Krisis Global

Mau gaji berapa milyar ? Datang saja ke Zimbabwe... tantangan ini cukup membuat kaget bagi yang cari gaji gede, apalagi negaranya yang tertinggal dari kita. Miris memang kondisi negara kulit legam ini nasib rakyatnya selegam kulitnya, krisis di negara Amerika bencana membawa dampak sangat buruk dengan negara lainnya. Kalau bisa kita berkata bersyukurlah yang tinggal di Indonesia, Gemar Ripah, ternyata dibelahan bumi sana ada yang lebih parah karena inflasi di zimbabwe jauh lebih gila dibandingkan dengan Indonesia, dari sisi mata uangnya juga kita lebih berharga. Harga barang di pasar zimbabwe sudah tidak rasional seperti harga mobil saja atau barang mewah lainnya.

Kalau mau beli sayuran lihat kocek yang harus dikeluarkan


Mau beli telur sekalipun duitnya se gumpal besar

Yang mau beli ayam, ngitung duitnya bisa lama

Makan diwarung juga harus mengeluarkan tenaga eksatra untuk membara uangnya. Gimana cara hitungya bisa-bisa lapar lagi.

Habis makan tentu beli minuman, berapa uang yang harus dikeluarkan ?

Pengemispun kaya mendadak.

Kalau nggak mau repot membawa uang banyak tukar dengan dollar (konversinya kok ditimbang seperti barang loakan).











Beginilah kalau jadi anak konglomerat bawa uang jajan nggak kira-kira banyaknya.

Habis gajian harus sewa tukang becak untuk membawa uang pulang kerumah.

Kalau mau jalan-jalan jangan lupa bawa uang yang cukup.

Krisis ini bukan hanya menyiksa lahir batin, sudah susah cari uang, dapat uang susah juga bawanya. Terus dompetnya sebesar apa ?

Read More...

Thursday, October 16, 2008

Google Contest

Juragan mesin pencari terbesar dunia kali ini mengadakan "Google Contest" pencarian ide brilian, ide brilian yang kita berikan harus original dan belum ada. Tidak masalah apakah ide itu sederhana atau kompleks, yang jelas bisa di aplikasikan di kehidupan sehari-hari. Hasil ide kamu akan didanai oleh google sampe 10 juta US dollar waduh kalau di rupiahin jadi berapa yakkk.., wah asik kan... bisa kaya mendadak. Kategori peserta juga cukup banyak bisa dari komunitas, perorangan atau perusahaan kalau mau daftar Disini. Jadi bagi kamu yang memiliki ide-ide gila dan cretif layak mengikuti kontes ini, hitung-hitung uji kemampuan menciptakan ide kreatif yang bermanfaat bagi orang lain. Ide kreatif yang diharapkan google contest ini adalah, bila kamu pernah lihat konsep djarum Black contes kira-kira seperti itu, hanya saja hasil dari kreatifitas kontes tersebut tidak di produksi secara massal, karena tidak ada yang sanggup mendanai. Dan kalaupun ada yang mendanai pasti sudah mikir dari sisi komersilnya sampai dimana. Nahh... konglomerat yang uangnya ga berseri ini siap mendanai ide gila yang kamu hasilkan sampai jadi.

Read More...

Saturday, October 11, 2008

Pameran Otomotif Surabaya

Dyandra Promosindo Surabaya yang telah sukses beberapa kali menyelenggarakan event bergengsi di Surabaya, kali ini mencoba menyelenggarakan Pameran Otomitif Surabaya (POS) 2008 untuk kali pertama.
Pos merupakan pameran industri otomotif dengan skala nasional yang akan dilaksanakan Rabu sampai Minggu, tanggal 12-16 November 2008 di Gramedia Expo. Misi utama dari pameran ini adalah untuk meningkatkah penjualan dan menunjukkan kemajuan industri otomotif di Indonesia baik dari sisi kemajuan teknologi maupun besarnya potensi pasar yang dimiliki kota Surabaya.
POS 2008 sendiri telah memperoleh dukungan penuh dari berbagai Agen Tunggal Pemegang Merek, Main Dealer Mobil dan Sepeda Motor di Indonesia serta industri pendukung lainnya seperti suku cadang, audio-video, aksesoris serta bengkel.
Penyelenggara berharap dengan adanya POS 2008 ini dapat memberi manfaat bagi peserta diantaranya adalah peserta dapat meningkatkan brand awareness dan brand image produk, meraih market share dan kerja sama yang lebih luas, menampilkan inovasi terbaru dan mendemonstrasikan produk – produk perusahaan, bertatap-muka secara langsung dengan konsumen dan menjaring calon konsumen baru, mengembangkan kesempatan bisnis, memberikan penegasan eksistensi perusahaan kepada pasar yang terus berubah, mengetahui informasi tren terbaru serta produk-produk unggulan industri otomotif sekarang ini. Target pengunjung dari POS 2008 sebanyak 60.000 orang.
Tidak hanya itu, POS 2008 juga mempunyai banyak acara di dalamnya. Seperti best stand dan CDC (Car Design Competition), Car Display by Community serta SIM Keliling. Dalam rangkaian Pameran Otomotif Surabaya, penyelenggara bekerjasama dengan komunitas-komunitas mobil di Surabaya dalam Car Display by Community. Dimana dalam acara ini setiap komunitas akan bergantian hadir di Gramedia Expo dengan kendaraan pribadi kebanggaan mereka. Ada juga SIM keliling yang didukung oleh Kepolisian Colombo Surabaya.
Best Stand merupakan pemilihan stand yang terbaik didalam POS 2008, yang diikuti oleh peserta baik dari ATPM mobil dan sepeda motor serta Non ATPM. Kriteria penilaian dalam acara ini adalah Firmitas, Utilitas, dan Venustas. Firmilitas yaitu keseuaian dengan aturan pembangunan stand berdasarkan manual book yang telah ditetapkan oleh panitia, Utilitas yaitu penempatan maupun pemanfaatan ruang, Venustas yaitu aspek keindahan. Tampilan stand yang paling menarik perhatian pengunjung juga akan dianalisis oleh dewan juri dengan sudut pandang desain meliputi aspek proporsi, warna dan pencahayaan, penataan produk merchandise serta aspek kreativitas dan inovasi desainnya. Kualitas pekerjaan dan finishing stand juga merupakan bahan pertimbangan yang dapat mempengaruhi penilaian tim juri.
CDC (Car Design Competition) merupakan pre-event pameran POS, sebuah lomba design yang mempunyai tema ”City Car” dan para peserta wajib membuat design mobil yang berorientasi pada kebutuhan konsumen di Indonesia. Hasil desain peserta yang hendak mengikuti ajang ini paling lambat diterima pada tanggal 29 Oktober 2008. Kriteria penjurian ialah konsep dan design eksterior kendaraan (fungsi dan style) serta teknik rendering dan presentasi.
Acara-acara tersebut akan berlangsung pada pre event maupun during event. Dan bagi pengunjung yang ingin datang ke Pameran Otomotif Surabaya ini, pameran akan dibuka dari pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan harga tiket masuk weekdays Rp. 2.000,- dan weekend Rp. 3.000,-.

Read More...

Sunday, September 14, 2008

Kasidahan vs Musik Modern

Santun saat mendendangkan, anggun saat menampilkan, sejuk dengan syair-syair pujian yang dapat menenangka hati yang mendengarkan. Al-Banjari atau Kasidahan sebuah musik yang dinyanyikan oleh orang-orang yang memiliki kualitas suara terpilih, sebab syair-syairnya juga tidak sembarangan. Dalam rangka mengisi Ramadhan 1429 H sebuah EO mengadakan perlombaan Acoustic dan Banjari, dimana pada saat penambilan acoustic penonton begitu antusias meneyaksikannya sampai berdesak-desakan. Dari 5 peserta yang tampil semuanya disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari pengunjung atas penampilan mereka. Padahal lagunya juga nggak jelas, syairnya saja menurut saya nggak mutu, seperti lagu india. Yang mutu yang gimana ? yaa paling tidak setelah mendengarkan syairnya kita memiliki motifasi untuk melakukan sesuatu yang positif, bukan lalu termenung meratapi nasib dan pasrah dengan keadaan (sedikit tentang mutu syair lagu). Tibalah giliran Al-Banjari yang tampil, dalam hitungan menit sekitar panggung sepi penonton bubar, padahal yang akan tampil adalah syair-syair yang syarat makna tentang agama dan keimanan, kok malah kabur.

Sama agama sendiri aja nggak peduli !, seolah kehilangan sensivitas keimanan dan lebih mengagungkan dunia. Saya sedikit sedih, tapi saya coba untuk diskusi dengan panitia penyelenggara, peserta Kasidahan ini berasal dari mana, apakah lembaga ?, individu yang memang peduli dengan usrusan taqwa. Selidik punya selidik ternyata sebagian besar dari lembaga seperti pesantren. Beberapa saat mengamati penampilan Kasidahan ini, kenapa naik panggunggnya harus buka sepatu ? dan duduk bersila seperti lesehan ?. Apakah ini adab untuk menjaga keanggunan penampilan, nggak tahu juga persisnya, Tapi yang jelas semestinya pengelola musik ini harus mengikuti trend masyarakat agar dapat diterima oleh masayarakat luas, paling tidak penampilan seperti musik modern kan nggak dosa asal tidak sampai buka-buka aurat. Jenis lagu ini hanya diterima oleh orang-orang yang umurnya dah lebih dari setengah dari hidupnya, tafsirin sendiri maksudnya. Dan susah diterima oleh kalangan anak muda, padahal sangat bagus untuk membentuk mental dan pola pikir dan peran orang tua juga sangat penting untuk menanamkan kecintaanya terhadap agamanya.

Read More...

Cristian Sugiono kawini Titi Kamal ?

Pasangan kekasih ini akhirnya satu frame juga dalam film nya berjudul "Tipu Kanan Tipu Kiri", dalam promo film bertajuk komedi di Tunjungan Plaza Surabaya ogah menjelaskan tentang hubungan mereka. Hal ini adalah pertanyaan dari fans mereka, "kapan menikahi Titi Kamala benaran ?, tanya sorang ibu fans Cristian. Cristian menjawab dapatkan beritanya dimedia terdekat. Wah trus giamaan ceritanya pada saat syuting film bersama-sama, yang pengambilan lokasinya di Kuala Lumpur dan India, yaa.. rasanya lebih seperti jalan-jalan daripada kerja ujar Titi menimpali. Lalu apa pesan dari film yang dipromosikan ?, film ini ful entertainment sahut Cristia, disana kita sebagai suami istri yang pernikahannya disembunyikan, karena sang istri masih terikat kontrak kerja di dunia entertainment. Film ini bercerita tentang seorang diva "Wulan" yang tidak diperbolehkan menikah selama masih terikat dalam kontrak dengan perusahaan rekamannya. Tapi Wulan ternyata sebenarnya sudah menikah dengan Rudy tapi pernikahannya menjadi rahasia selama bertahun-tahun.

Suatu hari Rudy dipindah-tugaskan ke Kuala Lumpur, dan di kantor barunya tersebut akan mengadakan pesta penyambutan dirinya, dimana dia diminta oleh Remo, bossnya untuk membawa serta istrinya. Tapi karena Rudy tidak mungkin membawa Wulan, karena akan dikenal oleh semua orang disitu Rudy kehilangan akal, tapi berkat bantuan rekan kantornya, Mr.Fix yang menyuruh Rudy untuk menyewa perempuan lain yang akan berpura-pura sebagai istri Rudy. Akhirnya Rudy pun bertemu dengan Sara, penyanyi klub. Hal ini tentunya tanpa sepengetahuan Wulan begitulah sedikit sinopsis tentang film ini.

Saat meliput acara promo Titi dan Cristian sebelumnya saya belum melihat siapa produsernya dan production house film ini, karena saya motret Titi ini pada saat film AADC beberapa tahun lalu. Karena penasaran pengen lihat lagi dan atas undangan team promonya terpaksa saya datang. Tidak lama promo berlangsung saya menghampiri standing banner yang berdiri di atas panggung, setelah baca sutradaranya dari bollywood spontan saya cabut pulang, karena dipastikan filmnya tidak berkualitas. Glamor nggak karuan, percintaan si miskin dan sikaya, cinta-cintaan yang nggak jelas, jual mimpi dan angan-angan yang nggak sesuai kenyataan masyarakat kita. Karena tidak akan jauh formatnya dari sinetron-sinetron yang wara-wiri setiap hari di TV dan dikonsumsi masyarakat kita. Dan nilai edukasinya tidak ada sama sekali, bahkan cenderung menjerumuskan.

Read More...

Recent Comments

  © Blogger template 'Tranquility' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP